"Dalamilah ilmu bukan hanya sampai di permukaan tapi harus sampai dasar!!!"
Kata-kata diatas sangat membekas sekali buat saya. mengapa demikian? mungkin teman-teman bertanya-tanya kenapa bisa sampai membekas buat saya???
Melalui tulisan saya ini, saya ingin sharing dengan teman-teman pengalaman saya yang mengakibatkan saya usaha peternakan kalkun saya menjadi mundur beberapa bulan... fyuhh... serasa nyesek banget... karena effectnya jadi beruntun... hehe jadi tambah penasaran yahhh....
Ok kalo begitu saya mulai saja sharing saya... biar temen-temen nggak penasaran lagi...
Berbekal rasa penasaran dan informasi sebuah artikel di Media cetak lokal yang membahas peternakan kalkun Super, dimedia cetak tersebut dijelaskan bahwa peternak tersebut memiliki Kalkun yang super atau besar, maka timbulah rasa penasaran saya untuk mencari tau dimana peternakan itu berada dan seperti apa kalkun super tersebut, akhirnya disuatu minggu yang cerah saya bersama beberapa peternak kalkun di daerah saya datang ke peternakan tersebut untuk, dan ternyata woow!??!.... kami memang melihat sendiri memang benar kalkun-kalkun di peternakan tersebut terbilang cukup besar, terutama terlihat di indukannya, indukan-indukan disana gemuk-gemuk dan terlihat besar, saya mencoba mamastikan dengan memegang, dan ternyata memang benar gemuk dan besar. kemudian kami saling sharing dengan peternak tersebut, pada intinya peternak tersebut menggunakan ampas tahu sebagai salah satu pakan untuk kalkun-kalkunya karena dari segi ongkos sangat murah dibanding pakan sebelumnya. kemudian dari sharing dengan peternak tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa ampas tahu sangat baik untuk pakan, kemudian mulailah saya mengganti pakan yang biasanya saya berikan ke kalkun di peternakan saya dengan ampas tahu.
Singkat cerita diawal-awal saya mencampurkan ampas tahu dengan dedak dan jagung, kalkun-kalkun saya sangat lahap sekali makan, dan , terlihat kalkun-kalkun ada peningkatan berat badan, saya sangat senang sekali melihat perubahan tersebut
Di beberapa minggu kemudian karena melihat perubahan tersebut dengan alasan untuk memperkecil ongkos pakan dengan PD ampas tahu saya gunakan sebagai bahan utama pakan, dedak dan jagung hanya sebagai campuran, akan tetapi setelah menginjak 1 bulan, 1,5bulan dan 2 bulan kemudian, baru terlihat perubahan drastis di indukan kalkun saya, indukan-indukan di peternakan saya terlihat kurus dan beberapa terlihat nafsu makan berkurang, belum lagi telur-telurnya... pada 2 periode penetasan sekitar 200 butir telur dari 210 butir telor tidak menetas pada waktu di erami, bahkan di coba di tetaskan di mesin penetaspun tidak jadi. betapa dropnya saya waktu itu, bagaimana tidak, hampir sekitar 3 bulan peternakan saya tidak bisa memproduksi anakan kalkun, bahkan effeknya karena tidak bisa menghasilkan anakan untuk mensupport pakan, saya harus mengeluarkan uang extra dari kantong dapur saya untuk mensupport itu.
Dari pengalaman tersebut teman-teman mungkin sudah bisa membayangkan kerugian saya yang berlipat-lipat.
Kemudian dari hal tersebut saya mencoba menganalisa kenapa indukan-indukan tersebut tidak produktif, dan ternyata sewaktu melihat salah satu indukan yang makannya sangat rakus tetapi tidak menjadi daging karena kurus, saya coba dengan memberikan obat cacing, dan ternyata benar, setelah saya kasih obat cacing pada sore hari, pagi harinya saya lihat kotorannya terlihat cacing-cacing masih hidup keluar dari anus si indukan tadi..... waaaa.... betapa terkejutnya saya... ternyata kalkun-kalkun saya cacingan..!!!
dari kegagalan-kegagalan dan kejadian-kejadian tersebut membuat saya mengambil tindakan dan akhirnya saya kembali lagi ke pakan awal saya.. dan alhamdulillah sekarang sudah mulai kembali normal walaupun masih ada beberapa indukan yang masih belum pulih.
jadi itulah sedikit sharing dari saya, intinya saya pikir ampas tahu memang lumayan bagus untuk pakan tetapi tidak bisa digunakan sebagai pakan utama atau campuran utama unggas mungkin untuk ternak-ternak yang lain selain unggas mungkin bisa, walaupun saya akui secara ilmiah saya belum bisa membuktikanya....
Semoga Sharing ini bisa sedikit membantu dala perkembangan kalkun di Indonesia...
Salam Turkeys,
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sharing. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Mei 2012
Selasa, 11 Januari 2011
Monitoring
Betapa pentingnya monitoring dalam setiap hal termasuk monitoring pada hewan peliharaan atau ternak kita. Mengapa saya bisa bilang seperti itu, saya pernah punya pengalaman, suatu kali saya hampir saja kehilangan seekor indukan kalkun betina yang produktif sekali, yang notabene harganya kalo di pasar bisa sampai 350-400rb, gara-gara saya tidak memperhatikan secara teliti dan memonitoring ternak saya, karena waktu itu saya pikir indukan tersebut hanya sakit Cholera/kolera(berak kapur) saja, karena memang beraknya encer dan putih seperti tanda-tanda pada unggas yang terkena berak kapur, tetapi setelah saya pisahkan dan saya obati dengan obat untuk kolera, dan setelah saya lihat sudah tidak berak kapur lagi, saya lepaskan dari kandang karantina, tetapi sehari setelahnya saya melihat tingkah lakunya masih seperti saat terkena cholera/kolera(berak kapur) tidak nafsu makan, muka pucat, tidak gesit, dan seperti sekarat, pada waktu itu saya sempat bingung, kenapa ya si Jesica(nama untuk untuk kalkun ini), beberapa hari kemudian saya baru mengetahui penyebabnya itupun setelah sepupu saya yang memberitahu, "Mas-mas... tuh sejesika kok ada kuning-kuningnya di dadanya (bagian yang tertutup sayap)." Dengan buru-buru dan rasa penasaran sayapun mencoba menangkapnya, dan ternyata benar terdapat luka-luka yang sudah mulai membusuk dan sudah ada beberapa zet/belatung kecil-kecil yang sedang "asik" menggerogoti luka si Jesica, betapa kaget dan shocknya saya, ternyata ini peyebabnya sehingga si jesica jadi kesakitan seperti mau mati, saya baru ingat mungkin saya agak tergesa-gesa untuk melepaskannya dari kandang karantina sewaktu jesica belum betul-betul sembuh dari sakit berak kapurnya, padahal sudah ada si erik(nama indukan pejantan saya) yang sedang menunggu jesica untuk di kawini,Waktu itu beberapa saat setelah saya melepaskan si jesica dengan cepatnya si erik mengawini jesica, dengan kondisi yang belum begitu fit, dan dengan lemasnya jesica pun pasrah, karena saya pikir hal itu wajar saja dan hal itu tidak pernah saya ketahui sebelumnya, dan sayangnya pun saya tidak pernah mengontrol satu persatu, ternyata cakar-cakar erik melukai dada Jesica karena ketidakberdayaanya, karena tidak saya mengetahuinya luka tersebut menjadi membusuk karena tidak segera diobati... fyuuhh.... saya sangat menyesal sekali dengan kejadian tersebut, sehingga setelah kejadian tersebut, secara berkala saya selalu mengontrol dan memonitor baik tingkah laku ataupun mengecek keadaan fisik kalkun saya satu-persatu, mungkin untuk sekarang-sekarang ini masih bisa saya handle, karena kalkun saya masih belum banyak, jadi langkah berikutnya mungkin saya harus memikirkan bagaimana cara efektif untuk memonitor dan mengontrol ternak saya kalo jumlahnya sudah mulai banyak.
Inilah salah satu contoh dari pengalaman saya bahwa memang sangat pentingnya memonitor/mengontrol setiap hal dengan seksama dan teliti, bukan hanya didalam hal peternakan, tetapi disetiap hal dikehidupan kita memerlukan monitoring dan kontrol agar semua bisa berjalan dengan lancar.
Langganan:
Postingan (Atom)